Senin, 03 September 2007

ALLAH Memberi Apa Yang Kita Butuhkan


Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. ( QS. Al Baqarah : 286)

SubhanaLLAH pagi ini mendapat kabar yang sangat menggembirakan dari Kepala Cabangku di Kantor. Beliau mengatakkan bahwa aku diminta untuk segera menghubungi Operation Manager di Cabang Jakarta, terkait dengan proses kepindahanku ke Jakarta agar dapat segera menyusul Suamiku tercinta. Dan Do’a kami pun terjawab sudah. Justru aku diminta untuk segera pindah ke Jakarta, dan pekan depan sudah bisa efektif untuk menduduki posisi baru di Cabang BSD. AlhamduliLLah... Sujud Syukurpun di musholla kantor Lampung di Lantai 3 segera kulakukan, untuk bersyukur atas ni’mat yang tiada duanya yang telah ALLAH berikan, ALLAH mudahkan prosesnya, dan ALLAH cepatkan semua urusannya. Dan kami tidak pernah menduga dan mengira akan secepat ini prosesnya..
ALLAH tak akan memberikan beban yang kita tak sanggup untuk memikulnya, dan ALLAH Maha Tahu, kami tidak sanggup dan tidak mampu untuk menjalani hari-hari dengan berjauhan.. Sungguh ALLAH memberi apa yang kita butuhkan dan bukan apa yang kita inginkan...Subhanallah Walhamdulillah.....

Jumat, 31 Agustus 2007

Episode Cinta Kami

Tak mampu terbendung lagi air mata itu pun jatuh bak samudera yang mengalir tiada henti. Melihat Suami tercinta akan segera berangkat ke jakarta untuk melanjutkan study di UI. Sungguh sebuah perasaan yang begitu menyesakkan hati membayangkan akan menjalani hari-hari tanpa belahan jiwa di sisiku. Dalam hati dan dalam sujud panjangku tak henti kuberharap agar ALLAH segera menyatukkan kami kembali untuk segera berkumpul dan merajut hari-hari yang penuh kebahagiaan dan kebersamaan... Semoga...

Ya ALLAH jadikanlah kami Suami istri yang saling mencintai di kala dekat
Saling menjaga kehormatan kami di kala jauh
Saling menghibur dikala duka
Saling mengingatkan dikala Suka
Saling menyempurnakan dalam peribadatan
Saling memohon ketaqwaan
Dan Saling menyempurnakan dalam kebahagiaan.... Aamiiin..

Sabtu, 05 Agustus 2006

Test Pack Pertama


Test Pack adalah sebuah alat yang sangat berpengaruh buat kehidupan Pasutri yang sedang menantikan momongan. Di Usia pernikahan empat bulan lah aku mulai mengenal sebuah alat yang bernama “Test Pack Kehamilan”dengan berbagai macam merk dan harga yang cukup beragam. Pemakaiannya pun sangat mudah, kita tinggal mengikuti instruksi yang sudah tertera dalam kemasan tes pack itu. Hal itupun kulakukan ketika Ibu mertuku dan suamiku mulai bertanya ketika aku sudah terlambat haid. Meskipun aku selalu berfikir,” nanti aja, kalau sudah terlambat satu bulan, aku baru mau pakai alat itu”. Tapi akhirnya aku memberanikan diri untuk membeli sebuah alat yang namanya “test pack” kehamilan tersebut disebuah apotik. Menurutku ini merupakan alat yang Hebat, mengapa HEBAT ?? karena alat ini mampu merubah sebuah kehidupan suami istri dan merubah hati seseorang ketika telah selesai menggunakan alat ini, dan bahkan bisa menimbulkan sebuah kebenciaan dan kekesalan terhadap alat ini, manakala hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan. Karena aku pernah mengalami masa seperti itu. Hebaaaat sekali Alat ini..

Dan Hebatnya lagi dijelaskan bahwa jika kita sudah terlambat haid 2 atau 3 hari, alat ini sudah mampu mendeteksi kehamilan. Sehingga tanpa sepengetahuan suamiku diam-diam aku suka men”stock”alat ini. Sehingga jika aku telat 2 atau 3 hari aku sering mencoba untuk menggunakan alat ini. Dan selalu saja hasilnya tidak pernah sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan membuat aku membenci alat ini, dan enggan sekali menggunakannya lagi.. Dan setiap kali aku akan menggunakan tes pack ini besok paginya, malam harinya aku selalu cemas dan setiap itu pula tanganku selalu gemetar ketika akan mencelupkan alat itu ke air seni yang telah aku tampung dalam suatu wadah dan seraya berdoa.. “ Ya ALLAH Ya Rahman... Semoga Test pack ini ada dua garis“ dan doa itu yang selalu aku ulang-ulang. Dan selalu pula Test pack itu muncul dengan satu garis, dan tangispun jatuh pada saat itu di kamar mandi dan tanpa sepengetahuan suamiku. “ Ya Rabb Yang Maha Rahman, Kapan Ya Test Pack itu akan berubah menjadi dua Garis????”.. Semoga...